Meski terletak 500 kilo meter di sebelah selatan alun-alun Kota Kendal, kelurahan Langenharjo termasuk kawasan langganan banjir, terutama wilayah RW II, III, dan V. Wilayah ini, selain kumuh juga menjadi kantong kemiskinan. Dengan tekad mengangkat kehidupan warga miskin agar mempunyai lingkungan yang sehat, bersih dan bebas banjir serta terhindar dari wabah penyakit, BKM Langen Mandiri melalui panitia kemitraan "Bhakti Mandiri" mengajukan kegiatan pembuatan saluran dan pembuangan air limbah (SPAL).
Mulanya hanya 3 lokasi yang diusulkan sesuai PJM Pronangkis, yaitu RT 1,2,3, dan RT 5 RW II Kampung Pekunden dan RT 3,4, serta RT 5 RW V Kampung Kalibuntu. Pakem kemudian mengundang Ketua RT dan lembaga desa untuk menggali permasalahan. Selanjutnya, ditindaklanjuti dengan tinjauan lapangan agar mendapatkan kondisisi riil. Sekaligus memantapkan komitmen serta kesiapan secara fisik dan finansial dalam melaksanakan program kemitraan ini. Hasilnya disusunlah proposal ke Pokja Paket.
Pokja Paket kemudian melakukan verifikasi lapangan dan mencocokkan RAB. Data hasil verifikasi, wilayah yaitu RT 5 RW V, dengan pertimbangan skala prioritas dan biaya. Sementara itu, hasil rembug tingkat kelurahan mereka telah sosialisasi ke warga dan menggalang swadaya.
Akibatnya sempat menimbulkan keresahan bagi warga, sehingga Pakem berembug dan memberikan stimulan 4 juta dari efisiensi, dalam bentuk material. Wilayah RT 5 harus dapat mengembangkan sendiri. Hasilnya, SPAL sepanjang 100 meter yang menyelesaikan masalah mereka.
Ada 3 wilayah utama yang menjadi fokus garapan, yakni RT1,2,3 RW II yang bersebelahan dengan SD Langenharjo III. Kawasan yang merupakan rawan banjir. Anak-anak pun terbiasa melepas sepatu dalam belajar jika musim hujan tiba lantaran air masuk kelas hingga mata kaki.
Air dari rumah tangga juga tidak lancar,saluran terputus karena melewati rumah warga (RT 2), karenanya tertutup oleh RT lain. Tidak ada sambungan saluran. Mau membuang saluran ke RT lain, tidak diperbolehkan. Kondisi ini berulang setiap tahun, air selalu meluap dan banjir. Dengan pendekatan Pakem lewat mushola tiap habis jamaah sholat, pendekatan kepada tokoh dengan didukung Lurah, akhirnya RT tetangga yang dulu gak boleh dilewati salurannya, memperbolehkan karena ini untuk kepentingan bersama.
Solusinya, dibuatkan saluran sepanjang 60 m berbentuk gorong-gorong plat dibawah jalan RT tsb, dengan catatan jalannya dibetulkan lagi.Pembuangan melalui sungai.
Kondisi di RT 2/II lain lagi. Air limbah dari rumah tangga tidak ada pembuangan yang permanen, hanya berbentuk galian biasa, itu saja tidak sampai ke pembuangan akhir. Sisi individual masyarakat masih terjadi, tidak mau kerjasama juga terbatasnya akses dan SDM. Pakem dengan dampingan Sie Teknis dari Dinas PU, membuatkan saluran drainase --yang telah ada suling O buatan warga tetapi kecil dan tidak bisa menampung banyak-- kondisi tersumbat karena kecil. Suling ini kemudian diambil dan dibesarkan sehingga bisa menampung lebih banyak. Pembesaran drainase ini juga melewati desa tetangga, yaitu Sijeruk.
Wilayah lainnya RT 3,4,5, RW V,di belakang pabrik es. Pabrik telah mempunyai saluran, tetapi belum permanen. Ada banyak KK miskin yang selalu kebanjiran tiap tahun. Karena terbatasnya dana PAKET, beberapa RT masih belum tersentuh. Rencananya, Pakem Bhakti Mandiri akan meneruskan pembuangan sampai ke sungai Kalibuntu yang di tahun 2007 belum tergarap jika mendapat kompetisi PAKET lagi. Jika tidak, hampir dipastikan wilayah RT ini masih kebanjiran dan KK miskin yang paling menderita. Tahun 2006, warga masyarakat telah membuktikan komitmennya dalam kegiatan pembangunan jalan paving.
Ada 3 warga yang menghibahkan kebun pribadi selus 3x90 meter. Kebun itu penuh dengan kantong air dan menjadi sumber banjir, maka.dibuatlah jalan (baru) dan senderan plus saluran. Kegiatan ini juga berdampak pada desa tetangga (Bugangin), yang akhirnya bebas banjir. Saat ini kondisi jalan paving masih baik, warga memasang pal dan ada aturan selama 5 tahun tidak boleh dilewati mobil berat. Jalan paving masuk best practise Pokja Paket 2006 seperti halnya Kegiatan SPAL di tahun 2007. Total kegiatan SPAL menurut RAB 360 meter dengan realisasi 498 meter. Prosentase peningkatan 138,33%. Sumber dana berasal dari swadaya masyarakat Rp 28,869.000 terdiri dari Masyarakat Rp 19.149.000, BKM Rp 5.040.000, Kas Desa/ APBDesa Rp 4.680.000. Sedangkan Dana APBD Rp 72.000.000 dan APBN Rp 72.000.000. Jumlah Total Rp 158.400.000.(Swara Mandiri)
| Selanjutnya > |
|---|










