PNPM Mandiri Perkotaan

KMW Provinsi Jawa Tengah | WGA Jakarta - LP2M Semarang

  • Perbesar ukuran huruf
  • Default
  • Perkecil ukuran huruf
Home Artikel Cerita Lapang Bersama Menyusun Proposal

Bersama Menyusun Proposal

nyusunproposal1.pngSebagai bentuk keberlanjutan Program PNPM - P2KP, khususnya untuk mempersiapkan pencairan BLM Tahap II, maka Tim Faskel 119 Kabupaten Rembang mengadakan kegiatan penyusunan Proposal BLM II. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 15 - 22 Juli 2008 dengan bertempat di  masing - masing sekretariat BKM atau balai desa. Terdapat tujuh desa yang merupakan dampingan Tim Faskel 119 dengan total KSM pada BLM II sebanyak 84 KSM. Banyaknya KSM ini tentu saja memerlukan strategi yang tepat dalam pendampingan, dengan tujuan agar kegiatan pendampingan dapat selesai pada waktunya. "Mengingat waktu yang sempit, maka perlu cara untuk mempercepat waktu kegiatan dalam BLM II (salah satunya penyusunan proposal ini). Maka kami (TF 119) sepakat untuk memberikan pendampingan intensif kepada KSM BLM II yang akan datang", ujar Anton B.P (SF TF 119). Cara ini mendapat respon positif dari BKM, karena akan mempermudah kerja mereka dalam mengawasi dan membimbing KSM di desanya.

Untuk pendampingan intensif, setiap desa diberikan jatah waktu selama satu malam untuk menyusun proposal, yaitu mulai dari Jam 19.30 WIB sampai dengan selesai. Semua KSM pada BLM II harus datang serta menghadirkan minimal ketua dan sekretaris tiap kali pertemuan diadakan di desanya. Sedangkan waktu malam hari dipilih karena menyesuaikan waktu luang yang dimiliki anggota KSM, sehingga diharapkan wakil tiap KSM dapat hadir. Tiap kali pendampingan juga turut diundang Kepala Desa/ Perangkat Desa lain, UPL, dan lainnya yang terkait dalam penyusunan proposal. Maka tidak mengherakan, jika tiap kali pertemuan yang menghadiri sangat banyak.

Saat pendampingan di Desa Mondoteko pada hari Jumat (18/07/2008), Bapak Salamun (Koordinator BKM Sejahtera) mengungkapkan bahwa untuk pelaksanaan kegiatan BLM I memang membutuhkan waktu yang lama. "Hal ini tentu saja memerlukan cara yang efektif untuk dapat mempersingkat waktu dan pertemuan malam ini merupakan cara yang baik untuk memulainya. Kami selaku BKM sangat mendukung cara yang dilakukan TF 119 ini", imbuh beliau saat membuka acara ini. Memang proses pelaksanaan BLM I memakan waktu yang lama, yaitu: mulai pertengahan Januari sampai saat ini. Hal serupa diungkapkan Sutejo yang merupakan UPL Desa Kedungrejo pada waktu desanya mendapat giliran pendampingan. "Tugas kami (BKM dan UPL) akan lebih berat dalam mendampingi kegiatan BLM II yang akan datang, mengingat banyaknya KSM di Desa Kedungrejo sehingga perlu strategi yang tepat. Tetapi kita semua akan tetap bersemangat dalam mendukung kegiatan BLM nantinya.....Pokoknya kita selalu siap, apapun beratnya nanti", imbuhnya.

nyusunproposal2.pngMemang sangat melelahkan bagi TF 119, karena hampir tiap malam selama seminggu harus membimbing KSM dalam penyusunan proposal. Tetapi kondisi ini tidak sesulit pada waktu dulu penyusunan Proposal BLM I, karena warga ternyata sedikit banyak telah mengetahui proposal dari P2KP. Pada umumnya, warga yang mengikuti pendampingan ini telah mengetahui cara penyusunannya dari warga lain yang dulu ikut dalam KSM BLM I. Tetapi toh pendampingan harus tetap dilakukan, dengan pertimbangan waktu penyusunan sudah lama berlalu, yaitu pada bulan November 2007. Hal yang melegakan adalah semangat yang tetap terjaga dari KSM dan BKM yang hadir di tiap kali pertemuan, sehingga semakin mempertebal optimisme untuk menyambut cairnya BLM II. Setelah mendapat pendampingan penyusunan proposal selama semalam, maka diwajibkan tiap KSM dapat menyelesaikan proposalnya selama 3 - 4 hari untuk kemudian dikumpulkan dan dicek Tim Faskel 119.

Semoga apa yang telah dikerjakan TF 119 Kabupaten Rembang bersama dengan KSM dan BKM benar - benar membuahkan hasil yang optimal, dengan harapan agar BLM II nantinya dapat diselesaikan pada waktunya. Kalau ada pepatah yang bilang bersusah dulu baru menikmati hasilnya kemudian, maka kita juga berharap hal tersebut juga terjadi, Amin......

(Andre Sulistyawan, ST | Askot Infra Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora)