PNPM Mandiri Perkotaan

KMW Provinsi Jawa Tengah | WGA Jakarta - LP2M Semarang

  • Perbesar ukuran huruf
  • Default
  • Perkecil ukuran huruf
Home Artikel Pemberdayaan
Pemberdayaan

Pemkot Pekalongan di GKPM Expo & Award 2009

Komitmen Pemkot Pekalongan dalam menanggulangi kemiskinan melalui PNPM Mandiri tidak hanya diwujudkan dalam bentuk sharing pendanaan dan fasilitasi teknis serta non teknis saja, namun juga keikutsertaannya pada Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Expo dan Award Tahun 2009 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat baru-baru ini. GKPM sebagai sebuah even bergengsi tingkat nasional menampilkan berbagai kisah sukses (best practice) pemberdayaan masyarakat dari penjuru tanah air sekaligus ajang promosi dan pameran aneka produk unggulan daerah, termasuk mitra binaan korporat. Bertempat di Hall B - Jakarta Convention Center (JCC), acara ini digelar selama tiga hari mulai tanggal 14 - 16 Agustus 2009. Dalam acara ini juga diselenggarakan workshop, seminar, dan konferensi serta penganugerahan kepada pelaku PNPM Mandiri yang dinilai berprestasi dan berhasil dibidangnya masing-masing.
Baca selengkapnya...
 

Masyarakat Jangan Dijadikan Penonton Pembangunan

Haryono SuyonoDalam rangka pengentasan kemiskinan, masyarakat harus diajak bekerja, berkeringat bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat yang ada. ”Jangan membuat rakyat sebagai penonton pembangunan. Yang perlu kita galakkan adalah workfare community, bukan sekedar welfare”. Sebab kesejahteraan bukan dibeli tetapi didapatkan dengan bekerja,” ungkap Prof. Dr. Haryono Suyono, dalam kesempatan talk show di RRI Jawa Tengah untuk mensosialisasilan program Posdaya yang digagasnya. Menurutnya, sejahtera akan bisa diraih hanya dengan bekerja. Membuat masyarakat untuk sejahtera harus dengan bekerja. Sehingga ukurannya adalah partisipasi masyarakat, bukan partisipasi dalam menerima uang tiga ratus perak per bulan, bukan menerima beras murah.

Baca selengkapnya...
 

Menggugat Peran Pendamping PNPM MP

Gugusan kemiskinan semakin membuat daftar panjang penderitaan dan ketidakberdayaan yang seolah seperti deret hitung. Salah satu hal yang turut berkontribusi atas kemiskinan adalah kita melupakan ibu kandung, yakni Desa atau perdesaan dengan sektor pertanian yang selama ini telah memberi penghidupan pada bangsa ini dalam menggerakkan ekonomi produktif masyarakat. Bentuk dinamisasi pembangunan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dan desa melalui pemberdayaan agar mampu mendefinisikan dan memenuhi kebutuhan mereka. Rendahnya pendidikan dan keterampilan mengakibatkan masyarakat desa belum mampu meningkatkan taraf hidupnya. Oleh karena itu, upaya dan program pemberdayaan masyarakat dan desa yang difasilitasi oleh agen-agen perubahan (pendamping/fasilitator) sangat dibutuhkan untuk mendinamisasi masyarakat dalam mengembangkan kemandirian dalam mengentaskan kemiskinan.

Baca selengkapnya...
 

Warga Kurang Mampu Juga Ingin Maju

Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang merupakan kelurahan di tengah keramaian Kota Kecamatan Batang, dengan jumlah penduduk 6.995 jiwa dan jiwa miskin sebanyak 1.302 jiwa. Karena prosentase jiwa miskinnya yang rendah (kurang dari 30%) maka untuk kegiatan PNPM MP di Kelurahan tersebut Pemerintah Kabupaten Batang harus menyiapkan dana cost sharing 50% dari keseluruhan BLM sebanyak Rp 300 Juta. Berdasar FGD RK yang dilakukan pada saat tahapan Siklus Program PNPM, diantara beberapa rumusan penyebab kemiskinan dikelurahan tersebut antara lain adalh kurangnya penguasaan ilmu dan teknologi oleh SDM usia produktif sebagai penyebab kemiskinan. Dalam Pemetaan Swadaya untuk alur permasalahan pendidikan, kelembagaan pendidikan ketrampilan kerja yang terjangkau dalam segi biaya, jarak dan waktu merupakan jawaban atas minimnya penguasaan ketrampilan seperti misalnya mengoperasikan komputer.
Baca selengkapnya...
 

Lewat Kambing Siap Akses BLM PNPM

Kiranya patut menjadi contoh bagi para pemuda apa yang dilakukan oleh remaja Kelurahan Wonoplumbon, Kota Semarang. Bagaimana tidak, kelompok remaja ini mampu memompa denyut perekonomian daerah tinggalnya melalui berternak kambing bersama. Bermula dari pertemuan remaja Wonoplumbon biasa kemudian dilanjutkan dengan arisan remaja. Karena kebosanan arisan yang monoton, adalah Handoyo, salah satu anggota yang kemudian mengusulkan untuk memiliki pekerjaan bersama dengan cara memanfaatkan potensi daerah Wonoplumbon yang telah tersedia. Oleh remaja yang lain, ide Handoyo direspon dengan membentuk kelompok Taruna Tani kelurahan Wonoplumbon dibentuk pada 8 Agustus 2008 yang kemudian diberi nama Taruna Tani ”Konsetiti” dengan jumlah anggota aktif 20 orang dimana Handoyo didapuk sebagai ketua perkumpulan yang dengan anggota 20 remaja ini.

Baca selengkapnya...
 


Halaman 1 dari 3