Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perumahan Permukiman, hari ini, Rabu (14/10), diluncurkan Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari, di Solo, Jawa Tengah. Peluncuran PNPN Mandiri Perumahan Permukiman dilaksanakan di Taman Tirtonadi Solo, dihadiri sejumlah gubernur dan bupati penerima bantuan langsung masyarakat dana stimulan pembangunan perumahan swadaya PNPM MandirI Perumahan.
Selain meluncurkan PNPM Mandiri Perumahan Permukiman, Menko Kesra dan Menpera akan menyerahkan secara simbolis, bantuan langsung masyarakat dana stimulan pembangunan Perumahan Swadaya PNPM Mandiri Perumahan.
Pengembang dalam membangun kawasan perumahan mulai sekarang harus memikirkan dan melaksanakan kontruksinya yang tahan gempa, tidak hanya mengedepankan keindahan saja, karena wilayah Indonesia termasuk daerah rawan gempa. Hal itu disampaikan Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asyari beserta Menko Kesra Aburizal Bakrie dalam acara Peluncuran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perumahan dan Pemukiman.
Solo merupakan salah satu yang terbaik dalam menangani program pembangunan perumahan layak huni dari 10 kota yang telah ditetapkan menjadi percontohan di tanah air. Untuk itu pada tahun 2010 Solo telah dipilih dan ditetapkan menjadi tuan rumah Konferensi Menteri Perumahan Rakyat Asia Pasific.
Untuk tahun 2009 Kementerian Negara Perumahan Rakyat melalui PNPM Mandiri Perkim (Perumahan dan Permukiman) dengan komponen bantuan dana stimulan perumahan swadaya mencakup 19.000 unit dengan alokasi dana sebesar Rpo135,6 milyar yang tersebar di 32 provinsi dan 202 kabupaten/ kota.
Untuk di Jawa Tengah mencakup 2000 unit dengan alokasi dana sebesar Rp13,5 milyar lebih yang tersebar di 26 kabupaten/kota dan khusus untuk Kota Surakarta mencakup 150 unit dengan alokasi dana sebesar Rp855 juta. Sedangkan pada tahun 2010 direncanakan akan mencakup 22.000 unit dengan alokasi dana sebesar Rp153,6 milyar yang tersebar di 33 provinsi dan 154 kabupaten/kota.
PNPM Mandiri Perkim merupakan bagian dari pelaksanaan PNPM Mandiri yang dilaksanakan melalui fasilitas berbagai kegiatan yang terkait dengan bidang perumahan permukiman dalam upaya menumbuh-kembangkan kemampuan masyarakat dalam peningkatan kualitas rumah dan perumahan, pemenuhan kebutuhan rumah dan perumahan, serta peningkatan kualitas permukiman yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Upaya penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari masyarakat itu sendiri. Masyarakat miskin harus sadar dan memiliki motivasi untuk keluar dari jenjang kemiskinan, katanya.
Walikota Surakarta Ir Joko Widodo mengatakan daerahnya telah cukup banyak mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat lewat PNPM yang digunakan untuk perbaikan perumahan, penanganan banjir dan lain-lain. Untuk dana penanganan daerah bantaran Sungai Bengawan Solo sebesar Rp37 milyar semua telah digunakan untuk merelokasi 1.571 kepala keluarga.










